Penipu Give4dream yang sombong, menantang untuk diciduk

Penipu dan pendiri Give4dream

Pendiri Give4Dream itu kakak beradik. Namanya Erwin Noviantara dan kokohnya Andreas Yosep Kristianto.

Kokok adik peipu, pendiri Give4Dream


Modus penipuannya begini. Mereka bikin cryptocurrency abal-abal yang namanya Wincash coin. Kenapa abal-abal? Karena yang namanya cryptocurrency coin itu cirinya adalah adanya distributed ledger alias pecatatan yang terdistribusi di jaringan. Orang bisa menjadi bagian dari pencatatan itu. Tinggal siapkan komputer dan ambil kodenya. Di Wincash coin? Tak ada jaringan pencatatan. Semua jual beli wincash coin dicatat hanya di satu server.

Setelah menciptakan cryptocurrency abal-abal, mereka menjual wincash coin dengan harga fantastis. Sekitar 450.000 rupiah percoin. Harga itu tentu mereka tentukan sendiri. Supaya orang beli mereka kasih iming-iming keuntungan yang juga fantastis.

Penjualan cryptocurrency liar di Indonesia itu jelas bisa dipidana.
Cryptocurrency sudah ditetapkan pemerintah sebagai aset berjangka. Maka penjualannya mengacu pada UU No. 32 1997 tentang perdagangan berjangka. Di UU itu dilarang memperdagangkan aset berjangka diluar bursa berjangka yang telah ditetapkan. Kalau melanggar, hukumannya 5 tahun bui dan denda milyaran rupiah.



Setelah menjual dengan harga tinggi, lalu orang banyak beli. Orang dapat keuntungan sebetulnya bukan dari kenaikan harga wincash coin, tapi dari uang member baru yang masuk belakangan. Itu disebut skema ponzi.

Ketika member baru sudah sepi, otomatis Give4dream tak bisa kasih profit ke member yang sudah masuk sebelumnya.
Maka dilemparlah wincash coin ke pasar coin luar negeri. Harga pasti jeblok. Siapa juga yang mau beli wincash coin abal-abal.

Dan ribuan orang pun merugi. Telah membeli WCC 450 ribu rupiah akhirnya hanya bisa menukar WCC dengan harga 20 ribuan rupiah. Sebagai ilustrasi, yang investasi 4 juta setengah, sekarang uangnya jadi 200 ribuan saja.

Dimana penipuannya? Pertama karena coinnya abal-abal. Kedua, penentuan harga awal tanpa dasar. Ketiga, perdagangannya melanggar Undang-undang perdagangan berjangka. Ditambah lagi dengan janji-janji yang menyesatkan seperti harga WCC akan setara bitcoin, akan bertahan tahunan, akan bikin member jadi kaya.

Penipu menantang

Mungkin belum ada yang mau melapor ke Polisi, atau mungkin karena yakin dia bisa berkelit dari jeratan hukum, Erwin Noviantara dengan bangganya komentar di sebuah postingan di Facebook yang menghimbau korban untuk melapor. Komentarnya: ‘Saya tunggu’. Bukan main.

Luar biasa. Penipu ini bisa dengan bangganya mau menunggu orang melapor ke Polisi. Sementara korban masih malu-malu dan takut-takut.


Masih mau menunggu untuk melaporkan 2 orang kokok adik ini ke Polisi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar