Memperdaya orang susah untuk hidup gaya mewah

Pamer kekayaan Febrian Agung

Akhir-akhir di Masyarakat Anti Ponzi (grup facebook) banyak posting yang mencibir pamer kekayaan Febrian Agung, bandar Eco Racing.

Apa urusannya Masyarakat Anti Ponzi dengan gaya hidup mewah orang lain? Tak ada. Tapi kalau yang pamer adalah bos bisnis berskema sesat seperti skema piramida dan ponzi, itu jadi ada.

Bos bisnis berskema piramida dan ponzi sudah lazim pamer kemewahan dan kesuksesan. Juga antek-anteknya. Kenapa? Karena itulah iming-iming yang jadi senjata mereka. Ayo gabung bersama kami, ayo join bisnis kami. Ujung-ujungnya cuma supaya orang beli paket produk yang harganya lumayan. Dan produk murahan merekapun laku dengan harga tinggi. Lalu yang gabung jadi kaya? Jangan mimpi. 99% nya cuma akan mendapat zonk.

Itu yang terjadi di Febrian Agung. ‘Karir’nya di MLM sesat dari zaman DNI (Duta Network Indonesia) DBS (Duta Business School) yang sudah bubar dan meninggalkan banyak korban, sudah membuatnya biasa pamer kekayaan dan kemewahan.

Apakah Febrian Agung benar-benar kaya? Bisa jadi. Dia ada di pucuk skema sesat dari zaman DBS dan Eco Racing.
Dan yang menarik dari pamer kekayaannya sebetulnya bukan apa yang dia punya, tapi dari mana kekayaan dan kemewahan itu berasal.

Kekayaan dari hasil memperdaya orang susah

Kekayaan dari bandar skema piramida itu dari hasil memperdaya orang susah. Lebih lengkapnya adalah orang susah yang awam. Orang susah yang setengah putus asa sedang mencari cara merubah kehidupan.

Mereka lalu tergiur dengan iming-iming menjadi kaya dan sukses. Lalu mengeluarkan uang untuk membeli produk sampah senilai jutaan rupiah. Memaksakan diri berhutang, memakai modal dagang, memakai uang yang tadinya untuk kebutuhan primer.

Hasilnya? zonk. Produk tak laku dijual. Produk yang akhirnya menumpuk di pojok ruangan, bulukan.
Ada berapa orang yang terpedaya di Eco Racing? puluhan ribu. Anggap member Eco Racing ada seratus ribu (perkiraan minimal, karena jaringan Randu saja sudah seratus ribu lebih), maka yang mendapat zonk bisa dipastikan ada 90 ribu orang lebih.

Dari 90 ribu orang yang mendapat zonk itulah Febrian Agung mendapat kekayaan. Sementara 90 ribu orang itu meratapi nasib karena uang beberapa juta itu suatu yang besar buat mereka. Penghasilan tak didapat, produkpun tak laku, dipakaipan tak ada guna.

Itulah yang selalu terjadi di MLM sesat berskema piramida. Yang memberi iming-iming sukses supaya orang susah beli barang mahal tak ada guna.

Di Amerika, kekayaan bandar skema piramida dipreteli sampai habis

Di naegara maju seperti Amerika Serikat, pemilik bisnis yang akhrinya terbukti skema piramida hartanya dipreteli sampai habis. Penghasilan bisnis dari awal di ambil negara untuk mengganti kerugian para member.

Contohnya adalah kasus Vemma. Bisa di baca disini: Denda 238 juta dollar untuk Vemma.
Vemma itu mirip dengan Eco Racing maupun bisnis terdahulu Febrian Agung, DBS. Iming iming penghasilan, produk hanya dijual sebagai bagian dari pendaftaran dan bukan ke masyarakat umum.
Sayangnya, Pemerintah kita belum memberi perhatian terhadap bisnis sesat seperti Eco Racing. Rakyatnya lebih awam dari rakyat Amerika serikat, tapi justru lebih tidak terlindungi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar