FKPN - Skema ponzi yang pasti akan merugikan


FKPN, Forum Komunikasi Persaudaraan Nasional. Keren namanya. Pakai kata persaudaraan. Padahal cuma skema ponzi semata. Alias arisan berantai. member dapat untung hanya kalau ada member baru dalam jumlah yang banyak. Member baru sepi, maka yang didapat member lama pun cuma zonk. Gigit jari supaya tidak gila.

Sekilas FKPN

Ada banyak organisasi yang pakai singkatan FKPN. Jangan tertukar. Yang skema ponzi ini FORUM KOMUNIKASI PERSAUDARAAN NUSANTARA.
Namanya keren. Visinya juga keren. ‘Menjadikan insan bangsa untuk menjadi pengusaha yang mandiri dan menciptkan pengusaha-pengusaha baru’. Aih, betapa mulianya. Misinya juga wow. Ini bunyi misinya:
  • Menyatukan seluruh pengusaha dan calon pengusaha
  • Memberikan edukasi dalam pengembangan usaha maupun unit usaha baru
  • Memberikan bantuan pada anggota dalam pengembangan usahanya
Wow. Jadi ini adalah komunitas para pengusaha dan calon pengusaha. Mari mari kita bahas.

Keuntungan jadi member yang menggiurkan

Keuntungan jadi anggota sebuah komunitas pengusaha biasanya adalah memperluas jaringan, berbagi pengalaman, menyelesaikan masalah bersama-sama dan sebagainya. Dapat keuntungan materi secara langsung? Ya tidak. Komunitas pengusaha bukan bisnis walaupun anggotanya para pebisnis.
Bagaimana dengan FKPN? Beda. Keuntungan jadi anggota atau member FKPN salah satunya adalah materi langsung. Dan keuntungan itu sangat teramat menggiurkan.
Member melakukan donasi, nanti dapat ‘hadiah harian’ 1% per hari dari nilai donasi. Hari sabtu dan minggu tak dihitung. Jadi, kurang lebih, sebulan dapat 25%. Belum lagi bonus kalau bisa rekrut member baru. Aduhai.



Aneh? Sangat. Pertama, tak ada komunitas pengusaha kasih keuntungan atau profit secara tetap kepada anggotanya (kecualai komunitas penipuan semacam HIPO). Kedua, donasi itu sumbangan. Namanya donasi itu sukarela. Donasi mendapat keuntungan? bukan donasi namanya. Ketiga, katanya misinya memberi edukasi untuk calon pengusaha, tapi kok malah kasih profit setiap hari. Lha orang malah jadi gak mau usaha.
Dan keanehan yang lebih ajaib adalah keanehan keempat: bagaimana bisa FKPN bisa memberi ‘hadiah harian’ 1% sehari dari nilai donasi?
Dalam website resminya, disebutkan bahwa sumber dana FKPN adalah:
  • Dari biaya pendaftaran anggota
  • Dari tiket pelatihan
  • Dari unit bisnis
Semuanya tidak masuk akal. Biaya pendaftaran hanya beberapa ratus ribu rupiah. Tiket pelatihan? Memang berapa ribu orang yang ikut pelatihan? Dari unit bisnis? Unit bisnis yang mana? Tak jelas. Bahkan bisnis ecek ecek PPOB pun baru di mulai beberapa hari ini.
Lalu dari mana FKPN bisa membayar hadiah harian? Gampang saja. Semua keuntungan yang diperoleh member bersumber dari uang member sendiri. Kalau sudah habis, ya dari member baru. Member baru dapat untung dari mana? Dari member yang lebih baru lagi.
Begitulah. Siapapun, apapun yang menjanjikan keuntungan besar sementara usaha tak tak jelas, pasti dari tutup lobang gali lobang alias arisan berantai alias skema ponzi.
Member baru harus lebih banyak dari waktu ke waktu. Harus berlipat ganda dari jumlah member yang masuk sebelumnya. Suatu saat nanti, tak akan lama, jumlah member baru tak cukup lagi membayar keuntungan member lama. FKPN pun megap-megap. Akhirnya mati. Member-member yang belakangan masuk akan merana. Gigit baru supaya tak gila.
Dan yang gigit jari itu jumlahnya pasti lebih banyak dari yang sudah mendapat keuntungan bersih.
Begitulah yang namanya skema ponzi. Oper-oper uang dari member baru ke member lama. Seperti dream for freedom, give4dream, HIPO dan sederet kasus skema ponzi lainnya.

Pendiri dan pengurus

Melihat pendiri dan pengurus FKPN sungguh meyakinkan. Makdudnya, sungguh meyakinkan bahwa ini skema ponzi. Harusnya pendiri dan pengurusnya adalah pengusaha-pengusaha top markotop. Ya namanya juga organisasi yang membina para pengusaha. Pengurusnya harus punya pengalaman bagaimana mengembangkan usaha, mengelola usaha, memajukan usaha, menghadapi persaingan, menjaga mutu dan seterusnya dan seterusnya.
Saya membayangkan pengurusnya orang sekelas Bob Sadino. Atau sekelas Nadiem Makarim. Atau sekelas Dahlan Iskan.
Lalu siapa ketua dan pengurus FKPN? Aih aih. mengejutkan.

Ketua: Markus Hartono.

Tak dikenal. Tak ditemukan di Linkedin, tak ditemukan di Google. Pengusaha yang top markotop harusnyanya muncul begitu di google. Bahkan sebelum diketik harusnya sudah muncul :-).
Yang menarik adalah pengurusnya.

Danny Setiawan Indra.

Jejak digital di Facebook, member Dream for Freedom.

Salah satu posting Danny tentang dream for freedom.


Lho kok mantan D4F? Tau kan D4F? Komunitas yang menipu ribuan orang dengan skema ponzi. Itu sekitar 5 tahun lalu. Modusnya juga pakai nama komunitas. Menjanjikan untung dan mengaku punya barbagai unit usaha. Padahal member dapat untung dari uang member baru. Begitu member baru tak ada, member lama pun mendapat zonk.

Donny Julianto

Nama lengkap Donny Julianto Hartojo. Siapa dia? Pengusaha sukses juga? ehem. Bukan. Dia mantan D4F juga.
 
Donny, rajin lagi posting memuja dream for freedom, 2015


Jadi, pengurusnya sama sekali tak meyakinkan sebagai komunitas yang akan membina pengusaha. Mereka bukan pengusaha sukses. Paling tidak 2 dari mereka malah cuma mantan pemain skema penipuan Dream for Freedom.
Sama persis dengan HIPO yang sebagian pengurusnya terlacak pernah bermain di bisnis penipuan Dream for Freedom. Juga sama persis dengan Give4Dream.

Baru lahir sudah masuk daftar investasi bodong

Malangnya FKPN ini. Baru lahir, OJK dan Satgas waspada Investasi sudah mengendus sebagai investasi illegal.
Dari website resmi OJK:



Ini lebih memastikan lagi bahwa FKPN, Forum Komunikasi Persaudaraan Nusantara adalah komunitas pengusaha dengan bisnis yang palsu.
Note: Dalam rilis OJK disebut FKPN sebagai perdagangan berjangka komoditi. FKPN memang tak jelas usahanya. Tergantung dari member yang mencari ‘downline’. Ada yang bilang akan membimbing dalam forex, ada yang hypnoselling dan sebagainya.

Kesimpulan

FKPN adalah skema ponzi. Kasih untung besar tanpa usaha yang jelas bisa dipastikan skema ponzi. Ditambah lagi pengurusnya adalah mantan member penipuan berskema ponzi Dream for Freedom. Ditambah pula dengan masuknya FKPN dalam daftar investasi bodong OJK.

Pertanyaan dan jawaban

Apakah FKPN itu bisa disebut menipu?

Membuat serangkaian kebohongan supaya orang setor uang, lalu orang itu mengalami kerugian, itu penipuan namanya. Lepas dari apakah akhirnya diproses hukum atau tidak. Yang rugi siapa? Nanti, saat sudah runtuh, akan banyak yang rugi, orang yang belakangan jadi member.
FKPN tidak bisa disebut menipu kalau terus terang bahwa FKPN adalah skema ponzi, bahwa FKPN bisa memberikan keuntungan bagi membernya kalau masih banyak member baru yang bergabung, bahwa kalau sudah sedikit yang bergabung, member yang baru bergabung sebulan atau 3 bulan sebelumnya, duitnya akan lenyap karena sudah dipakai untuk membayar member yang lebih lama.
Apakah FKPN bilang terus terang begitu? tidak? FKPN malah memberi kesan bahwa sumber dana mereka berasal dari bisnis yang adalah kebohongan.

Kalau penipuan kenapa bisa memberikan keuntungan alias hadiah?

Setiap skema ponzi pasti bisa memberikan keuntungan. Apalagi pada tahap awal. Tahap ketika hadiah yang harus dibayar masih sedikit (anggota masih sedikit) sementara anggota baru masih ada yang masuk.
Saatnya nanti, ketika hadiah yang harus dibayar sudah menggunung, jumlah member baru tak lagi cukup untuk membayar hadiah. Saat itulah skema ini runtuh.
Kejadiannya akan persis sama dengan skema ponzi lain seperti Give for Dream, Dream for Freedom dan lain-lain.

Kalau penipuan kenapa tak ditangkap polisi?

Hukum kita umumnya menunggu laporan dari korban. Tanpa laporan korban, hukum tak bertindak. Saatnya nanti setelah runtuh, ada korban yang mengadu, barulah para pentolan ditangkap.

Tapi FKPN memang suka kasih sumbangan

Ada video FKPN kasih sumbangan ke panti asuhan. Jangan heran. Dari dulu, Dream for Freedom sampai Give4Dream juga suka kasih sumbangan ke kaum kurang beruntung. Bagus. Tapi itu cuma buat menarik minat orang bergabung dalam skema ponzi.

Sekarang mumpung masih belum runtuh, amankah ikut FKPN?

Tak ada kata aman. Keruntuhan bisa datang besok, minggu depan, bulan depan atau kapan saja. Tak ada jaminan FKPN belum runtuh setelah Anda beroleh keuntungan. Ingat bahwa meskipun ‘hadiah’nya besar, tetap perlu beberapa bulan supaya Anda mencapai titik impas. Siapa yang bisa jamin skema ini tak runtuh dalam beberapa bulan ke depan?
Apalagi, malangnya, FKPN sudah masuk dalam daftar investasi illegal Satgas Waspada Investasi. Skema ponzi apapun umumnya segera runtuh setelah masuk dalam daftar itu. Mengapa? Orang jadi ragu ikut. Orang ragu, pertambahan member baru tersendat. Pertambahan member baru tersendat, hadiah ke member lama tak ada lagi. Runtuhlah.

Katanya, setiap bisnis kan memang ada resikonya?

Dari sudut pandang seorang member, ya. FKPN bersiko. Resikonya adalah runtuh sebelum bubar. Tapi dari sudut pandang FKPN, keruntuhan itu pasti. Dan kalau pasti bukan resiko lagi, namanya.
Lagipula, FKPN itu bukan bisnis.

Sudah tau skema ponzi, tapi tetap masih mau ikut?

Ada orang yang sudah tau bahwa suatu ‘bisnis’ berskema ponzi, tapi tetap masih mau ikut. Orang itu adalah orang yang tak perduli pada orang lain. Kok tak perduli? Ya. Karena kalaupun dia untung, untungnya adalah dana dari orang yang rugi saat bubar.
Misalnya begini: Anda adalah si A. Anda ikut FKPN. Uang Anda sebagian untuk membayar keuntungan member sebelumnya. Keuntungan Anda dari si B dan C. si B dan C keuntungan dari si E, F, G dan H. Lalu bubar. Uang si E, F, G dan H lenyap. Coba pikirkan aliran dananya. Hitungan akhir, Anda beroleh keuntungan dari yang rugi: si E, F, G dan H.
Apalagi kalau sampai mengajak anggota keluarga, teman. Itu menjerumuskan orang, namanya. Mau? silahkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar