Febrian Agung menikmati uang penipuan. Sudah biasa?

Febrian Agung tak mau mengembalikan uang hasil penipuan. Uang yang diperoleh member Eco Racing dengan cara memperdaya orang miskin dengan iming-iming penghasilan. Alasannya cukup menggelikan. Ini dialog yang mengenaskan sekaligus membuat geram.

Kata Febrian Agung, “Kalau bapak ditipu mengatasnamakan BCA, bapak bisa minta ganti ke BCA?”

Lucu sekali sekali. Kalau cuma sekedar mengatasnamakan, tentu BCA tak bertanggung jawab. Tapi kalau sampai uangnya ditransfer ke rekening PT BCA, BCA pasti bertanggung jawab menolong korban. Kalau di transfer ke rekening penipu di BCA, pasti di block rekeningnya dan kalau masih ada uangnya, uangnya dikembalikan. Tentu secara hukum begitu.

Begitu juga kasus pak Sul. Pak Sul ditipu orang dengan mengatasnamakan PT BEST. Uangnya ditransfer ke PT BEST. Yang menikmati PT BEST dan tentu pemiliknya, Febrian Agung. Mengapa uang itu tak dikembalikan ke korban?

Febrian agung berlagak bodoh dan pura-pura tidak menyadari bahwa dialah yang paling menikmati hasil penipuan itu. Mengapa tidak mau bertanggung jawab?

Ada lagi seorang, entah siapa, mengatakan bahwa itu bukan nipu. Karana ada produk. Entah dia pura-pura bodoh atau memang bodoh. Ada atau tidak adanya produk itu tidak menentukan penipuan atau bukan. Ada kebohongan yang membuat orang transfer uang, itulah penipuan.

Sebagai kilas balik, pak Sul dan kawan-kawan, tertipu membeli produk eco racing sampai puluhan paket karena dijanjikan penghasilan. Ternyata penghasilan itu bohong. Ada penipuan yang membuat transaksi itu terjadi. Maka secara hukum, transaksi itu itu tidak sah menurut pasal 1320 KUHP.

Mengapa berat sekali Febrian Agung mengembalian uang hasil penipuan?

Tidak masuk akal kalau ada orang kaya raya, soleh, mau menikmati uang hasil penipuan. Walaupun dia hanya menikmati hasil penipuan, bukan pelaku penipuan.

Jangan-jangan Febrian Agung malah senang terjadinya penipuan tersebut? Produknya yang tidak laku jadi dibeli orang. Ratusan juta pula. Betulkah?

Kelihatannya ya. Selama ini Eco Racing dijual dengan cara menipu juga. Berbohong supaya orang beli itu namanya menipu. Dimana bohongnya? Banyak. Bahwa bisa menurunkan polusi 100%, bahwa bisa membuat irit BBM 50% itu semua bohong. Juga bahwa join di Eco Racing bisa sukses. Itu bohong. Karena yang sukses hanya beberapa puluh orang, sementara yang rugi ada puluhan ribu orang.

Jadi pantaskah Febrian disebut orang Soleh?

Mana ada orang soleh mau menikmati uang hasil penipuan? Bahkan kalaupun yang menipu itu orang lain, tapi dia menikmati hasil penipuan itu.

Go Berkah? Ya, buat Febrian Agung. Musibah bagi pak Sul dan kawan-kawan.

baca juga:

Pak Sult tertipu ikut Eco Racing

Kasus ini, kalau sampai akhir Febrian tak mengganti kerugian korban, makin jelas menunjukkan bahwa Eco Racing itu moneygame. Dan moneygame produknya tak laku (bahkan pemilik perusahaannya sendiri tak mau membeli) dan hanya laku kalau dijual dengan cara penipuan.

Perlu dicatat juga, bahwa korban dari penipuan member Eco Racing itu bukan cuma pak Sul dan kawan-kawan. Tapi ada banyak lagi. Sudah berapa ratus juta Febrian Agung menikmati uang hasil penipuan? Atau mungkin berapa milyar?

Pak Sul sedang mencari bantuan hukum. Harus melewati proses panjang supaya uangnya kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar