Eco Racing: Pengembalian produk yang zolim

Mengapa Febrian bikin MLM sesat


Mengapa orang seperti Febrian Agung bikin MLM sesat skema piramida? Karena itu cara gampang mengeruk keuntungan. Caranya, pilih produk yang murah meriah, jual dengan iming-iming sukses, dapat mobil dan dapat rumah. ‘Ayo jadi mitra kami. Dijamin sukses, go berkah no riba. Dapat mobil tanpa nyicil. Ayo jadi mitra kami, tapi…harus beli produk kami’.
Akhirnya orang bila bukan karena butuh produknya, tapi karena iming-iming sukses tadi.
Lalu bagaimana kalau orang yang sudah jadi mitra lalu tersadar? Oh my God, ternyata produknya tak laku dijual. Ternyata kita harus cari mitra baru kalau mau dapat penghasilan. hmmm, itulah ciri MLM sesat yang disebut skema piramida. Orang dapat penghasilan cukup hanya kalau rekrut banyak mitra baru.
Kalau sudah tersadar diperdaya, ya berhenti. Pertanyaannya, kalau sudah berhenti, lalu produk yang sudah terlanjur beli mau dikemanakan?
Ya dikembalikan. Itu aturan yang ada di Permendag No 70 2019. Perusahaan MLM harus membeli kembali barang dari mitra yang berhenti. Potongan maksimal adalah 10%. Bagaimana dengan eco racing? Disinilah makin kelihatan zolimnya sebuah skema piramida.

Cerita Hamzah, Mitra Eco Racing

Pertama ikut Eco Racing.

Jadi ada mitra. Namanya Hamzah. Dia ikut Eco Racing karena slogannya anti riba. Islami sekali. Hamzah suka karena itu sesuai ajaran agamnya. Riba itu tidak baik karena mencekik. Arti riba adalah menambahkan beban hutang kepada penghutang secara batil. Kejam. Dan Islam tak suka orang mendzolimi orang lain.
Hamzah juga suka karena slogan berkahnya. Joss sekali. Tanpa riba mendapat berkah. Itulah cara cari rezeki menurut agamanya. Halal.
Maka mendaftarlah dia di Eco Racing. Itu Okotober 2019. Modalnya 1,6 juta rupiah. Dapat satu paket produk Eco Racing. Go Berkah, no riba. Amin.

Banyak yang mengganjal, akhirnya berhenti

Tapi sayang disayang. Hamzah orangnya kritis dan cerdas. Orang seperti itu ‘tak bisa maju’ di Eco Racing. Sebabnya, orang seperti itu seketika akan tau berbagai keanehan di Eco Racing. Hamzah terlalu banyak bertanya-tanya. Dari satu pertanyaan kritis, googling lalu merembet ke pertanyaan lainnya.
  • Mengapa tak mencantumkan zat aktif apa yang digunakan? (ehmmm, aku kasih tau ya, itu kapur barus)
  • Mengapa klaim hemat itu cuma testimoni tanpa landasan ilimah? (ehmmm, aku kasih tau ya, itu karena memang tak hemat).
  • Mengapa Petrolab membantah menyatakan Eco Racing lulus uji?
Itu cuma beberapa dari segudang pertanyaan yang ada di benak Hamzah. Mengapa oh mengapa. Mengapa begitu jadi member berbagai kebusukan Eco Racing itu jadi tampak?
Dan Eco Racing memang penuh kebusukan. Febrian Agung biasa membuat bisnis seperti itu. Skema Piramida. Bisnis yang sebetulnya tidak punya barang bermutu. Bisnis yang memberi harapan palsu tentang kesuksesan hanya supaya orang beli barang. Sama dengan bisnis Febrian Agung yang lalu: DNI dan DBS.
Dan parahnya di Eco Racing, Febrian Agung memakai slogan slogan Islami. Menghina agama Islam. Melecehkan karena menjadikan Islam sebagai alat promosi untuk bisnis sesat.
Dan akhirnya Hamzah cuma bertahan sebulan. Masuk Oktober, November dia memutuskan berhenti.

Hamzah ingin mengembalikan produk

Tapi pertanyaannya lalu, itu produk Eco Racing yang sudah dibeli mau dikemanakan? Dijual tak laku, dipakai sendiri pun Hamzah tak mau.

Aturan pemerintah: Produk harus bisa dikembalikan

Cari cari di internet mungkin ada solusi. Dan ketemulah aturan itu. Peraturan Menteri Perdagangan. Disitu dinyatakan bahwa kalau mitra usaha berhenti, perusahaan MLM harus menerima pengembalian produk. Uang mitra usaha harus harus dikembalikan seharga produk yang dikembalikan. Uang boleh dipotong
  • Nilai manfaat yang telah diterima mitra usaha dari produk
  • biaya administrasi maksimum 10% dan
Asik. Itu artinya, tinggal dihitung produk yang tersisa, lalu dikurangi maksimal 10%. Sebagai yang katanya ‘bisnis yang Islami’, tentunya pantas berharap biaya adminstrasinya tak sampai 10%. Siapa tau cuma 1%.

Eco Racing berbelit-belit

Tapi siapa sangka. Bisnis dengan slogan go berkah no riba itu justru penuh kebatilan. Bisnis yang katanya sesuai peraturan berlaku itu justru menyimpang dari aturan yang berlaku. Bukan cuma itu, bisnis itu juga bukan seperti bisnis MLM biasa yang harusnya siap dengan pengembalian produk.
Hamzah ingin mengembalikan produknya. Eco Racing harus menerimanya dan mengembalikan uang Hamzah. Itu aturan yang berlaku di permendag terkaig.
Hamzah kontak lewat chat di webiste resmi Eco Racing. Dia bilang mau berhenti dan tanya bagaimana cara mengemalikan produk. Jawabannya sungguh di luar dugaan. Katanya, untuk berhenti silahkan buat pernyataan bermaterai saja. Pengembalian produk? Tidak bisa. What?
Sungguh ajaib. MLM yang katanya perusahaan besar tak tau ada aturan pengembalian produk mitra yang berhenti.


Hamzah lalu ke kantor Eco Racing. Dia bicara sama customer service-nya. Dia bilang mau berhenti dan mau mengembalikan produknya. Dia juga tunjukkan permendag 70 2019. Disitu diatur jelas perusahaan MLM harus menerima produk yang dikembalikan mitra yang berhenti. Potongan biaya admfin maksimum 10%.
Tapi CS nya malah bingung. Ini perusahaan MLM apa yang CS nya tak paham aturan pengembalian produk?
Hamzah lalu dipertemukan dengan saudara Aldi, sekretaris pribadi Febrian Agung – Bos Eco Racing sekaligus mantan pemain di bisnis sesat DNI dan DBS. Sama saja. Dia juga bingung. Akhirnya dia baling nanti akan dibicarakan dulu dengan pihak manajemen.
Okelah. Hamzah pulang dan menunggu kabar. Sehari tak ada kabar. Seminggu tak ada kabar.
Sambil menunggu kabar dia tanya sama ketua regunya di Eco Racing, juga ke Randu, ‘Insinyur’ palsu yang jadi member paling top di Eco Racing. Semuanya tak tau ada aturan pengembalian produk. Ini benar-benar MLM yang luar biasa…bobroknya.

Produk akhirnya dikembalikan, dipotong 46%!

Barulah setelah 1 bulan, dan setelah beberapa kali kontak menanyakan perihal tersebut, akhirnya Eco Racing memberi jawaban. Hamzah bisa mengembalikan produk, silahkan datang ke kantor.
Hamzah datang lagi ke kantor Eco Racing. Disana, pihak Eco Racing menjelaskan bahwa pengembalian produk bisa dilakukan, tapi dipotong biaya-biaya yang mencapai 46 % dari nilai produk yang dikembalikan. Katanya, itu potongan alokasi untuk bonus, reward dan lain-lain.

Eco Racing: Bobrok dan melanggar aturan

Potongan itu melanggar peraturan Menteri Perdagangan No. 70 tahun 2019. Kata pihak Eco Racing, itu hasil konsultasi dengan AP2LI. Padahal AP2LI itu bukan apa-apa. Lebih tinggi dari Kementerian perdagangan? Dahsyat betul. Padahal AP2LI itu cuma bikinan Febrian Agung sendiri.
Tak ada alasan pengembalian uang dipotong sampai 46%. Maksimal harusnya 10%. Alokasi bonus? Tak ada alasan pemakluman begitu di permendah 70 2019.

Pasal 13 huruf k, permendah No. 70 2019

Baiklah. Hamzah merasa muak. Tapi lumayan daripada produk itu cuma jadi pengusir kecoa. Kalau tidak ada kecoa malah bisa-bisa produk itu jadi sampah. Potongan hampir separuh harga itu dia terima dengan berat hati.
Sebagai tambahkan bobroknya Eco Racing, pihak Eco Racing menjanjikan dana yang sudah dipotong secara batil itu akan ditransfer dalam 2 hari kerja. Kenyataannya 3 kemudian baru dana itu ditransfer. Itupun sesudah ditagih.

Begitulah adanya MLM sesat Eco Racing

Eco Racing itu memang bisnis sesat. Produknya tidak berharga. Febrian agung sengaja bikin sistem supaya orang beli produk tersebut. Caranya dengan iming-iming sukses go berkah kalau jadi member. Juga dengan kostum sorban dan jubah ala orang soleh.
Itu makanya Eco Racing sangat teramat berat hati kalau mitra mengembalikan produknya.
Kalau perusahaan yang benar dengan produk yang laris di pasaran, pengembalian produk tak akan jadi masalah. Toh orang lain akan membeli produk yang dikembalikan itu. Eco Racing tidak.
Juga, kalau Eco Racing MLM yang benar, seluruh pegawainya akan paham masalah pengembalian produk. Sebab itu aturan vital. Itu harus ada di kebijakan tertulis perusahaan. Eco Racing? Customer Service yang jadi ujung tombaknya pun tak tau.
Eco Racing memang cuma MLM sesat. Di luar negeri MLM seperti ini pasti diberantas. MLM yang cuma fokus cari mitra baru. Dan para mitranya pun lebih fokus cari mitra baru. Bukan jual produk ke masyarakat umum.
Dan skema piramida itu merugikan member level bawah. Selalu.
Cerita hamzah praza di grup facebook Masyarakat Anti Ponzi.
https://www.facebook.com/groups/MasyarakatAntiPonzi/search/?query=hamzah%20praza&epa=SEARCH_BOX

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar