Info Memiles terbaru: Kapal tenggelam, Kapten

Info Memiles ini akan selalu di update untuk memberikan informasi bagi para korban Memiles.

Semua skema seperti ini pada akhirnya memang akan berakhir. Kalau pakai sedikit saja akal sehat, kita akan paham. Untuk membayar berbagai bonus, dari mana Memiles dapat uang? Semuanya dibayar dari top-up baru. Baik dari member baru ataupun lama.

Pemasukan dari top-up harus berlipat ganda karena kewajiban pembayaran bonus semakin menggunung. Pada akhirnya pemasukan itu tak akan mencukupi. Itulah yang terjadi sekarang.

Info Memiles (dari yang terbaru)

Ringkasan: Fakta datangnya aparat kepolisian, penutupan kantor, pemblokiran rekening bank sebetulnya sudah cukup untuk mengambil kesimpulan: Memiles dalam ‘proses tenggelam’. Ditambah tak munculnya satupun pihak manajemen dan leader untuk memberi keterangan, lengkaplah sudah.

Press conference Polda Jatim (3 Jan 2020), Suhanda dan terrachand berbaju tahanan

Update terbaru: hari ini terang benderanglah sudah bahwa semua cecunguk penipu memang menjadi tahanan di Polda Jatim.

Dari press conference pihak Kepolisian:

  • Tersangka baru 2 orang: Terrachand dan Suhanda
  • Pasal-pasal yang mungkin dikenakan bisa pasal terkait UU perbankan, TPPU atau UU perdagangan
  • Semua mobil dan barang lain yang sudah diberikan kepada member akan ditarik oleh pihak kepolisian
  • Kasus masih dikembangkan. Empat tokoh sudah dipanggil, akan datang minggu depan. Ada kemungkinan munculnya tersangka baru.
  • Penerima bonus akan dipanggil. Nanti akan dikaji apakah sebagai korban atau tersangka.
Terrachand Memiles di polda jatim
Terrachand dan Suhanda berbaju tahanan di Polda Jatim

Baca juga: Bagaiamana agar uang anda kembali

Penjelasan pengacara lewat telpon (25 Desember 2019)

Sebuah video beredar, berisi rekaman telpon antara member Memiles dengan salah satu tim pengacara. Isinya hampir tak ada apa-apa selain kesimpulan prematur yang bisa menyesatkan member:

Kata pengacara: Polisi bertindak cepat karena penjelasan Suhanda kepada Polisi

Ini menarik. Polisi bertindak hanya karena penjelasan? Pasti tidak.

Skema ponzi itu sangat mudah dibuktikan. Bahkan oleh orang yang tak ahli dalam akunting perusahaan. Cukup melihat pemasukan dari mana, pengeluaran kemana.

Dugaan kuat saya, Polisi menemukan bukti-bukti bahwa:

  • semua pemasukan Memiles adalah dari top-up para member.
  • Tidak ada keuntungan dari usaha apapun
  • semua bonus dan reward untuk member dibayar dari uang top-up
  • pemasukan dari top-up sudah tak cukup untuk membayar kewajiban bonus yang menggunung.
  • Memiles hanya berharap ada top-up dalam jumlah luar biasa besar agar dapat membayar bonus-bonus mitra.

Polisi menemukan bahwa bila dibiarkan, akan ada lebih banyak masyarakat yang menjadi korban.

Itu makanya polisi langsung tegas, berkoordinasi dengan pihak lain untuk memblokir rekening bank dan membuat aplikasi Memiles ditendang dari Google Playstore.

Siapapun pihak Memiles yang menghadapi pihak Kepolisikan saat penggerebekan itu pasti akan ga ga gu gu. Jadi kalau pengacara itu bilang Polisi bertindak karena Ram dan Suhanda bikin Polisi marah, salah. Skema ponzi di Memiles yang bikin Polisi marah.

Kata pengacara: Ada indikasi kejadian ini karena persaingan usaha, Memiles bukan moneygame, bukan multilevel.

Yang ini menggambarkan kelas pengacara bersangkutan. Apa dia sudah melihat usaha real Memiles? Tak ada usaha kenapa ada persaingan usaha? Usaha atau bisnis apa yang bersaing dengan Memiles?

Memiles bukan moneygame? Maka pengacara itu harus belajar apa itu moneygame, dalam kasus Memiles ini adalah skema ponzi.

Referensi video:

Memiles sewa pengacara (25 Desember 2019)

Memiles menyewa pengacara. Namanya Elsa Syarief. Pengacara ini bicara, divideokan, yang intinya: Memiles itu bisnis periklanan, para customer Memiles harus tenang, selamat Natal.

Banyak member Memiles yang mengupload video ini. Bisa dicara Youtube. Sebagian mereka menganggap adanya pengacara itu sesuatu yang bisa memberi harapan. Ya bagus. Namanya manusia, tak boleh berhenti berharap.

Tapi pada akhirnya nanti, mereka akan tau: Kenapa duitnya dipakai buat bayar pengacara? Lebih baik langsung kembaliin top up.

Pengacara ini juga jelas tak paham. Memiles itu bukan bisnis periklanan. Atau kalau mau dibilang bisnis periklanan, itu bisnis periklanan palsu untuk orang yang hobby melawah,

Lihat disini bisnis periklanan lawakan tersebut. Top up (tambah saldo) untuk bayar iklan, dapat bonus gila-gilaan. Lalu saldo itu digunakan untuk pasang iklan main-main, iklan bandeng yang secara sembarang gambarnya dia dapat di internet (karena dia sendiri bukan pedagang/pengusaha yang punya produk). Waras?

Terus terang saja, buat saya video itu menyedihkan.

Ini videonya, selama belum dihapus sama yang punya.

Terbukti Cecunguk Memiles digiring ke Polda Jatim (23 Desember 2019)

Hari ini, cecunguk Memiles, Ram (entah apa nama lengkapnya) mengatakan bahwa dia baru kembali dari Polda Jawa Timur.

Seperti biasa, banyak pernyataan bodoh yang dikatakan ‘Mr. Ram’ ini :

  • Saya bekas polisi, bekas brimob, jago tembak”.
  • sudah membebaskan cecunguk-cecunguk lain dari Polda Jatim
  • Anggota Polda jatim akhirnya tertarik menjadi anggota keluarga Memiles
  • Polisi sudah merendahkan memiles
  • Dia tidak takut pada polisi, Dia tanda tangan BAP karena saran dari pengacara.
  • Harta nenek moyangnya masih banyak untuk membayar member Memiles. Raja Salman pun tak berani melakukan apa yang dia lakukan. (errgh, kelihatan sih kalau orang kaya itu memang low profile. Pakai baju murahan dan tak pernah salin dari minggu lalu).
  • Tanpa Google kita hidup
  • Tak ada yang bisa lawan India. Yang bikin angka nol itu India.
    (Errrr, angka nol itu temuan bangsa arab. Mungkin dulu tanpa tanpa sepengatuan orang lain orang arab ini sudah pindah kewarganegaaran jadi India).

Buat orang yang punya akal sehat pernyataan Ram itu seperti lawakan. Tapi tak lucu.

Video si Ram ini paling tidak membuktikan dugaan saya bahwa memang benar ada penggerebekan Polisi ke kantor Memiles, bahwa benar para cecunguk Memiles ‘digiring’ Polisi ke Polda Jawa Timur.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dari mulutnya Ram dia tanda tangan BAP. Kalau ada BAP ya sudah ada kasus. Kasusnya memang belum jelas. Yang pasti ada kasus.

Apakah Memiles akan beroperasi lagi seperti biasa? Tidak. Sebagai pengamat skema penipuan berskema ponzi seperti Memiles, dugaan saya (yang ini memang dugaan), Memiles dipaksa oleh pihak berwenang untuk tidak menerima Top up.

Ini seperti kasus skema ponzi di Pandawa. Kenapa? Pertama untuk menghindari bertambahnya korban. Kedua untuk membuktikan: Kalau Memiles memang ada usaha, tanpa Top up pun mereka bisa membayar profit. Yang namanya bisnis, tak ada tambahan modal tetap akan bisa berjalan.

Stop top-up juga akan membuktikan, kalau Mr. Ram ini memang super kaya raya, dia akan tetap bisa memberi bonus yang dijanjikan tanpa adanya top-up baru.

Dan pada akhirnya akan terbukti Memiles tak akan mampu memberi bonus tanpa adanya top-up baru. Lalu orang akan berbondong-bondong membuat laporan dan seterusnya.

Link video:

Kantor Memiles tutup, rekening diblokir (19 Desember 2019)

Masih ditanggal 19 Desember 2019, kantor Memiles ditutup. Keterangan yang bisa diperoleh dari Leader Memiles, penutupan kantor dilakukan untuk pembenahan. Tidak ada penjelasan resmi dari Suhanda atau pihak manajemen lain.

Tapi pembenahan itu cuma untuk menenangkan member. Kemungkinan terbesar, penutupan dilakukan karena desakan aparat yang sejak lama mencium bahwa akan terjadi kerugian besar bagi para member Memiles.

Selain kantor, rekening bank Memiles (atas nama PT Kam and Kam) juga diblokir. Pemblokiran rekening ini mengindikasikan ada masalah sangat besar. Bank tidak sembarangan memblokir rekening kecuali ada pengaduan dari korban penipuan atau permintaan instansi berwenang.

Pemblokiran rekening bank juga menunjukkan bahwa masalah di Memiles bukan pembenahan. Sangat aneh perusahaan menutup rekeningnya saat pembenahan. Apalagi perusahaan seperti Memiles yang sangat amat berharap adanya top-up untuk membayar kewajiban bonus yang sudah menggunung.

kantor memiles
Kantor Memiles yang ditutup
rekening memiles diblokir
Rekening bank Memiles diblokir

Aplikasi Memiles dihapus dari Google Playstore (19 Desember 2019)

Per tanggal 19 Desember, aplikasi Memiles tak ada lagi di Google Playstore. Banyak member Memiles juga tak dapat membuka aplikasi yang sudah terinstal.

info memiles: aplikasi dihapus dari Google Play store
Cari ‘memiles’ di Google Play Store, tak muncul.

Dengan demikian, member Memiles tak bisa lagi melakukan melakukan instalasi dan update melalui Google Play Store.

Pihak Memiles kelihatannya mencoba mengatasi dengan meng-upload apk di situs apktada.com. Member bisa melakukan update aplikasi melalui situs tersebut disana.

Meski aplikasi tetap bisa di install, dihapusnya aplikasi dari Google Play Store pasti membawa dampak besar yang akan membuat Memiles bukan hanya oleh, tapi mulai tenggelam.

Orang yang tadinya meragukan kerjasama antara Google dan Memiles kini mulai tak percaya lagi dengan Memiles. Makin sulit Memiles untuk membuat member menambah Top-up. Makin sulit pula untuk menjaring member baru.

Penyebab aplikasi dihapus oleh Google Playstore

Besar kemungkinan karena pelaporan pihak berwenang yang menduga adanya penipuan di Memiles.

Memiles sebelumnya juga sudah masuk dalam daftar investasi ilegal.

Memiles penipuan berkedok bisnis periklanan

Peringan OJK terkati Memiles

Dampak dihapusnya aplikasi

Memiles hanya bisa diakses lewat aplikasi. Dengan tidak bisa dibukanya aplikasi, seluruh catatan tentang history top-up, status top-up, jumlah miles yang dikumpulkan tak bisa lagi diakses oleh member Memiles.

Para korban Memiles disarankan untuk menyimpan bukti-bukti transfer ke PT Kam and Kam. Bukti tersebut akan diperlukan untuk tindakan selanjutnya.

Info Memiles sebelumnya: Penggerebekan kantor Memiles

Makin banyak member Memiles yang tak lagi yakin dengan Memiles. Beberapa orang di Group Facebook Memiles malah sampai menawarkan akunnya kepada orang lain.

Ini karena berbagai bonus yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Bonus memiles didasarkan pada nilai omzet dan hari kerja. Itu diketahui saat member melakukan Top-up. Setiap mereka Top-up untuk mendapatkan suatu bonus, akan muncul informasi saat omzet mencapai berapa milyar bonus itu akan diberikan ditambah hari kerja pemrosesan.

Tapi faktanya, ketima omzet Memiles (yang dimaksud omzet adalah total jumlah top-up yang sudah diterima Memiles) mencapai 700 Milyar lebih, banyak member yang seharusnya mendapat bonus pada nilai omzet 100 Milyar belum mendapatkan haknya. Hari kerja pemrosesanpun sudah jauh terlewat.

Mudah saja sebetulnya mengetahui apa yang terjadi: Pemasukan top-up (baik dari member lama maupun baru) sudah jauh jauh jauh lebih kecil dari kebutuhan membayar bonus.

Tanggal 18 Desember 2019:

Terjadi penggerebekan kantor Memiles di Jalan Sunter Paradise 2. Penggerebekan dilakukan oleh Kepolisian Jawa Timur karena adanya laporan dari warga Surabaya.

Ini lah yang memicu ditutupnya Kantor Memiles. Kemungkinan penarikan aplikasi Memiles dari Playstore juga ada kaintannya dengan penggerebakan ini.

Menurut info dari kalangan member Memiles sendiri, pimpinan Memiles terbang ke Surabaya untuk menangani masalah ini. In my opinian, dia dibawa pihak kepolisian ke Surabaya.

Pertanyaan dan Jawaban

Dimana Kantor Memiles?

Jl. Sunter Paradise 2 Blok f21/17 Jakarta Utara.

Sebagai catatan, Memiles baru menempati kantor ini beberapa bulan. Tak ada gunanya juga ke Kantor ini.

Apakah uang Anda akan kembali?

Dari Memiles? Tidak. Skema seperti ini tak akan bisa mengembalikan dana korban. Sama dengan kasus skema Ponzi lain seperti Pandawa dan First Travel.

Uang Anda hanya mungkin kembali bila Anda meminta pertanggung jawaban dari Leader atau siapapun yang mengajak anda untuk bergabung di Memiles.

Apakah harus lapor Polisi?

Pasti. Anda telah ditipu. Hal yang logis adalah lapor polisi. Pertama karena harus ada hukuman bagi si penipu. Kedua, Anda juga jadi berperan untuk memperkecil terjadinya hal yang sama di kemudian hari pada orang lain.

Biasanya polisi akan membuka posko pengaduan bila banyak masuk laporan untuk kasus yang sama. Silahkan ikuti berita disini untuk info selanjutnya.

Posko pengaduan pada kasus-kasus seperti Memiles

Siapa yang harus dilaporkan?

Pastinya PT Kam and Kam. Juga Leader dan siapaun yang mengajak Anda bergabung di Memiles. Ini akan menekan mereka untuk bertanggung jawab. Ingan, uang Anda akan kembali kalau yang mengajak Anda bertanggung jawab. Sertakan bukti ajakan, video dan sebagainya, juga bukti transfer ke PT Kam and Kam.

Anda beruntung bila dapat membuktikan bahwa orang yang mengajak Anda telah memperoleh bonus. Bonus itu sebetulnya adalah uang Anda.

Pelajaraan apa yang dapat anda petik?

Jangan sekali-sekali ikut bisnis, investasi atau apapun namanya yang:

  • Mengajak banyak orang untuk ikut
  • Menjanjikan keuntungan lebih dari 2% sebulan

Apakah semua info memiles ini akurat?

Bahas bisnis adalah sumber berita akurat untuk bisnis penipuan semacam ini. Info memiles dalam halaman ini tidak didasarkan pada perkiraan, kecuali memang disebut demikian.

Komentar

  1. Duit,duit kami.ko bapak yg sewot.

    BalasHapus
  2. Wartawan recehan tukang bikin hoax kasihan nyari berita kebeneran.

    BalasHapus
  3. satuuu lagi member moneygame dengan karakter kebodohan yang khas, ambil kesimpulan asal jeplak. Wartawan? salah, apalagi wartawan recehan. Hoax? Orang miring juga bisa asal jeplak itu hoax tanpa kasih penjelasan kenapa itu hoax? BTW, siap siap nangis yah minggu ini. Yaaa bolehlah fase denial beberapa hari.

    BalasHapus
  4. Artikel yang menarik. Saya juga sudah mentransfer uang dalam jumlah tertentu ke pt. Kam and kam

    Sebenarnya saya siap menanggung kerugian kalau ternyata memiles hanyalah skema ponzi karena saya sudah mempertimbangkan kemungkinan terburuk, kalau ternyata memiles berhasil dengan sistem mereka yang tak pernah diungkapkan secara terbuka ya bagus puji tuhan.

    Tapi tujuan saya yang sebenarnya adalah penasaran tentang kebenaran sistem yang dijalankan oleh memiles kalau anda bisa membuat artikel mengenai kabar yang akurat tentang memiles, dan menyertakan refrensi yang dapat dipertanggungjawabkan dari mana anda mendapat kabar tersebut, saya sangat berterima kasih kepada anda karena hal tersebut sedikit banyak memuaskan rasa penasaran saya. Terima kasih dan saya tunggu artikelnya

    BalasHapus
  5. Prestasimu Hanya hoax sana-sini... gak mutu πŸ‘Ž

    BalasHapus
  6. gak ada hoax di sini, kawan. Kalau bilang ini hoax, silahkan kasih saya berita yang sebenarnya.

    BalasHapus
  7. Saya salut sama pak brahm anuga ini.. kupas habis masalah bisnis beginian.. top banget..!!

    Bener pak.. tunggu aja korban2 memiles ini sebentar lagi pada menang... menangis...wkwkiw

    BalasHapus
  8. Sebarkan kebenaran..orang akan sulit menerima kebenaran..dr awal jg info2 memiles bilang kerjasama dr google jg kayanya ga benar..seberapa besar pendaptan dr google sampai BS memberikan semua anggota nya..hingga 50x lipat investasi nya..hahhaa..semngat bos..artikelnya..saya dukung 100 persen..kalau pun memiles benar..masa perusahaan sebesar memiles gagal tepat waktu memberikan hadiah ke anggotanya...unsur utama bisnis salah satu nya..adalah 'KEPERCAYAAN'.. selamat yang belum mendapatkan hasil yang dijanjikan..terima kasih

    BalasHapus
  9. Saya juga member nyimak aja lah

    BalasHapus
  10. baru pertama top up udah raib duit wkwk, kadang ngerasa sedih aja si kalo beneran ini penipuan.

    BalasHapus
  11. Mantap bro...selamat menunggu bonus dari memiles..kl udah dapat tolong bagi ke saya ya..terima kasih guys..

    BalasHapus
  12. ya jadiin pengalaman dah.

    BalasHapus
  13. kabar akurat yang mana? diatas akurat semua. saya bilang ada penggerebekan, emang iya. Saya bilang digiring ke polda jatim, terbukti. Saya bilang rekeningnya ditutup, memang fakta. Aplikasi di tendang dari playstore, ya begitulah adanya.

    BalasHapus
  14. Yg buat artikel ini 100% benar dan akurat, saya melihat sisi baiknya lebih dominan. Menyelamatkan banyak manusia yg belum JD korban, untuk kawan" yg merasa sdh jadi korban atau mungkin menjadi bagian "penikmat" dari darah dan keringat saudara dan teman" kalian sendiri, pastinya yg keluar ego.
    Ayo lah Guys... Please jgn dilanjutkan kegiatan seperti ini kedepannya, kalian pintar, kalian jago influence org lain, terbukti kalian bisa jadi Agen, jadi Leader di Memiles...
    Cobalah keahlian anda disalurkan kearah bisnis yg ga "minterin" sesama, pakai yuk hati kita, pakai nurani manusia kita. Minimal kita ga bawa mereka ke arah yg sudah kita tau sebelumnya. Klu ga bisa nyenengin, please jgn nyusahin.
    Agak sedikit prinsip memang, tapi klu kita ikuti hati kecil kita masing", pasti kalian sadar.
    Sudahi sampai disini, jgn lagi pakai kepintaran kalian untuk bermain di bisnis semacam ini lagi, kedepan pasti banyak dgn berbagai macam cara kegiatan serupa.
    Ayo manfaatkan kelebihan kalian untuk hal yg lebih baik dan tidak merugikan sesama.

    Salam Indonesia Damai

    BalasHapus
  15. Seharusnya turun lapangan...brow...jangan hanya bikin statemen..tanpa bisa di pertanggung jawabkN.....

    Alibi anda kurang logis
    Apalagi kata" cecunguk" hati " ITE

    Jgn hanya ingin pamor atau benci...buat buta segalanya....

    BalasHapus
  16. Beberapa bulan kedepan, kalau anda bukan satu dari para cecunguk itu, anda akan tau bahwa label cecungun itu masih cukup sopan untuk mereka.

    BalasHapus
  17. CEO penyelenggara harusnya gengsi usahanya ditelanjangin seperti ini, tinggal nutup kewajiban thdp nasabah yang sudah melewati waktu ato omzet yang dijanjikan, beres kan? Toh nilainya tidak seberapa mengingat kekayaannya melebihi bill gates ato google (sumber youtube) dengan kekayaan sebanyak itu kelasnya sudah Sultannya Sultan brow, sayangnya tidak ada bukti yang mendukung ... di forbes cuma ada 1 orang yg lebih kaya dari bill gates yaitu jeff bezos (amazon).

    BalasHapus
  18. Sy memahami betapa sakitnya menutupi malu bagi korban memiles. Menunggulah dgn penuh kesabaran mudah2an omset nasional tercapai dan hari kerja penuh dlm seminggu tanpa tgl merah sehingga bonus2 yg dijanjikan segera terealisasi. Salam kapal oleng kaptenπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  19. Info yang saya terima google mau di beli, supaya kalau orang nyari memiles gak nongol bahas bisnis. gitu bang.

    BalasHapus
  20. astaga, mau 2020 masih ada orang2 yang mau di bodohi top up sekian dapat motor ninja yang harganya 50an jt?? koq gampang banget ya orang2 indonesia di iming2in seperti ini, dimana2 kerja boss banting tulang, spy ngga halu ngarepin bonus ngga masuk akal.

    BalasHapus
  21. Ponzi ambruk udah keniscayaan
    Yg disesslkan knp masih banyak yg ikut,

    BalasHapus
  22. Bos.. Klo bahas bisnis yg mnrt bos moneygame sah² aja. Tapi jgn sama ratakan bisnis dgn sistem ngajak² itu jelek bos..

    MLM yg legal juga byk kok yg bikin org jd kaya.. Tgl gimana teamwork nya aja..

    Dan ada loh yg hasilnya 5% - 10% per bulan.. Gue trading sendiri bisa tuh lbh dr 2% ...
    Ya.. Hasil belajar di tempat yg benar dan resmi..
    Jaman skrg cari profit di bawah 2% per bulan ?? Hmmm.. Apa kata dunia.. Hehehe..

    Btw.. Thanks ulasannya yg terlalu sinisme (mnrt gue lho..)..

    Salam 2 jari
    Yg mau tau gmn cara sy trading..
    Ijin sama bos nya dulu..

    BalasHapus
  23. Kasian sekali ni orang. Mau promo kalengan gratis? sorry email dan website sy 'blur'.
    Promo kalengan ya kayak gini. Kalau udah profit segitu ngapain ngajak orang? pakai duit sendiri kan enak. butuh tambahan? pinjem ke bank jauh lebih untung daripada bagi hasil ke orang lain. Ga bisa pinjem ke bank, ya itu artinya sampean 'titik-titik'.

    BalasHapus
  24. Seharus nya artikel ini bisa membuat sadar dan membuka mata kita semua untuk bisa berpikir dengan logika . System' yg di gunakan memiles tidak masuk akal. Dan tentu nya di luar kewajaran. Ini seperti bom waktu dan saat ini bom itu akan meledak. jangan menutup mata hanya karena iming iming reward yg nilai nya fantastis. Itu bukan reward tapi bom yg aka menghancurkan . Ya wes lah tunggu waktu nya meledak saja.

    BalasHapus
  25. Pemerintah dan ojk selalu lambat mengatasi investasi bodong setelah korban sudah ribuan member dan ratusan juta uang masarakat masuk ke lubang buaya ojk baru menutup perusahaan bodong yang rugi siapa ?
    Ojk atau pemerintah ?
    Ya masarakat

    BalasHapus
  26. Ok saya tunggu artikel berikutnya. Usut dengan tuntas, dan sertakan refrensi sumber informasi

    Sebagai orang yang coba2 lucu di memiles saya mengharapkan informasi yang bisa dipercaya untuk mengusut keadaan yang sebenarnya tentang memiles. Kalau hanya kabar tanpa refrensi sumbernya dari mana banyak informasi yang beredar, entah "kabar baik" atau "kabar buruk". tapi jadinya sulit untuk di jadikan acuan untuk mengambil keputusan

    Kalau anda bisa memberi kabar dengan setidaknya ada sumber refrensi yang kredibel, itu akan sangat membantu orang yang masih bisa mikir untuk menindak dan menyikapi memiles.

    Terima kasih

    BalasHapus
  27. Saya punya ide. Coba cari kabar tentang pak sanjay dan pak ram, sekarang mereka tak ada kabar tak tau ada di mana?

    BalasHapus
  28. yang namanya member moneygame, dari jaman jaya komara gigit besi susah percaya berita negatif apapun. Bahkan kalau referensinya dari lembaga semacam OJK. semua berita di atas ada referensinya. ditambah sedikit logika, ditambah pengetahuan tentang kasus serupa masa lalu, adalah masuk akal menyimpulkan bahwa Memiles memang sudah STOP.

    BalasHapus
  29. menurut saya kita tau bisnis itu unsur penipuan alias gaje,namun kalo main dari O sih gpp pasti untung... tapi kalo main di pertengahan pasti amsiong gembling lah,bagi yg paham ya,kalo ga ngerti atau ga paham jangan coba2 main bisnis apapun yg menjanjikan keuntungan besar.

    BalasHapus
  30. masuk dari awal, dapet untung. Untungnya adalah duit korban yang masuk belakangan. Mau? monggo.

    BalasHapus
  31. Masih berharap dapet rewardnya, wlpn logika sdh berkata ini bisnis mustahil, hahahahah hahahahha hahahah (utg cm ikut top up dgn jumlah yg ‘ikhlas melayang’). Ditunggu update an selanjutnya mas!

    BalasHapus
  32. berharap dan berdoa masih ada harapan...

    BalasHapus
  33. CUKUP BACA INI BAGI YANG MASIH NGEYEL :

    https://id.wikipedia.org/wiki/Skema_Ponzi

    BalasHapus
  34. kholifmillianara3 Januari 2020 13.42

    pak , saya juga member . dengan melihat fto diatas itu sudah jelas dan pasti kalo kita semua tertipu .. terimasajalah pak,

    BalasHapus
  35. hahaha tipikal orang denial gini nih, kaya saya dulu pas kena MMM, lewat beberapa bulan akhirnya move on, dan jadi lebih hati2 sampai sekarang. legowo saja ya pak, dan move on.

    BalasHapus
  36. Saya udah curiga bisnis ini tipu2, awalnya saya di ajak orang untuk unduh aplikasi memiles dan sudah menjabarkan hal2 yg menurut bisnis di luar nalar yaitu bonus topup nya. Dapet liburanlah mobil lah yg topup beberapa juta bisa dapet bonus gede mobil liburan. Ah ngayal yg ada jatoh. Akhirnya gw pelajari tuh cara mainnya dengan isntall aplikasinya di playstore karena saya gak srek sama itu aplikasi cuman bertahan beberapa jam doang di hp saya

    BalasHapus
  37. Bersyukurlah anda punya intuisi yang bagus. Memiles memang ga masuk akal. Hanya jadi kenyataan untuk beberapa saat, sesudahnya adalah tangisan.

    BalasHapus
  38. Dan hal itu pun telah menjadi terang benderang...bagi punggawa punggawa memiles ... Bagaimana lagi cara nya dirimu tidak menerima kenyataan ini.. hal-hal yang kamu anggap hoax ..telah mulai di bukkan bagi semua mata2 mu hahha...sedih banyk yang kena..dan tambah sedih banyak yg dibodohi... Memiles oh memiles.. nasib mu nak..sekarang tatap lah ke depan..tidak ada jalan yang mudah didunia ini untuk mendapatkan yang kamu inginkan... Terima kasih kepada mas bram admin web ini :)

    BalasHapus
  39. Ini orang cari panggung ditengah masalah. Supaya webnya jg diliat orang, sama aja lo aahhh Fitnah orang ingat KARMA

    BalasHapus
  40. bahasbisnis.com udah punya panggung sendiri dari dulu. Tulisan tentang memiles dimuat beberapa minggu sebelum penggerebakan polisi, langsung top ranked di google. Jadi salah besar kalau dibilang cari panggung. Malah kalau ada yang menebak polisi dapat info dari sini….logis aja. Silahkan sewot. :-).
    Tujuannya? meluruskan apa yang dibengkokkan oleh para pendusta di Memiles. Termasuk anda.

    BalasHapus
  41. http://trk.adtrk15.com/SHki Cadeau quotidien - Gagnez iPhone 11 Pro

    iPhone 11 is a Breakthrough iPhone 11 is a Breakthrough iPhone 11 is a Breakthrough 78e6e54

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar