5 Perbedaan skema piramida dan ponzi

Istilah memang tidak esensial. Tapi istilah diperlukan untuk memudahkan pembahasan. Juga supaya tak bingung saat bandar dan antek-antek skema sesat bermain kata-kata.

Skema piramida seperti Eco Racing dan skema ponzi seperti Memiles, dua-duanya bisnis sesat. Dua-duanya merugikan orang banyak saat bubar. Dua duanya membutuhkan pertambahan member berlipat-lipat. Dua-duanya juga punya satu tujuan: menguntungkan bandar. Tapi apa beda keduanya?

Jenis usaha

Skema piramida itu pasti MLM, Skema ponzi itu bisa berbagai bentuk: arisan berantai atau berbagai bentuk bisnis yang mengajak orang berinvestasi

Skema piramida mempunyai barang yang dijual belikan. Ya kan namanya juga MLM, pasti ada barang. Skema ponzi tidak ada.

Contoh: Eco racing ada barang yang diperjualbelikan sedang Memiles tidak ada. Di Eco Racing orang setor uang dapat barang (walaupun barang kaleng-kaleng) sedang di Memiles orang setor uang tak dapat barang.

Cara bandar mengeruk keuntungan

Di Skema Piramida, bandar dapat keuntungan dari menjual barang kaleng-kaleng dengan harga tinggi. Maksudnya menjual disini adalah menjual ke member dengan iming-iming potensi jadi kaya.

Sebaliknya di skema ponzi, bandar dapat untung dari mengumpulkan duit member, membagikannya sebagian ke member dan ke antek-antek. Sisanya tentu Bandar.

Kewajiban member get member

Di Skema piramida member wajib merekrut member. Tulisan wajibnya memang tak ada, tapi kalau mau untung ya harus merekrut. Tapi siapa juga yang mau bisnis gak untung? Memang ada yang jadi mitra Eco Racing untuk tujuan sosial?.

Sebaliknya di Skema ponzi, member tidak perlu cari member. Walaupun sama-sama butuh pertambahan member berlipat, pada skema ponzi biasanya para bandar dan antek-anteknya saja yang mencari member baru Dengan promosi, acara heboh dan lain-lain. Member tetap dapat untung walaupun tak ikut cari member. Tapi kalau mau cari member, ada keuntungan tambahan.

Ini sebetulnya masukan untuk member MLM semacam Eco Racing, Melia Sehat, Nasa dan lain-lain. Hidup kalian berat sekali untuk mendapatkan sejumlah keuntungan. Harus cari orang dalam jumlah yang luar biasa banyak supaya dapat mobil dan pelesiran. Sudahlah. Lebih baik sekalian masuk skema ponzi seperti HIPO, Memiles, Give4dream dan lain-lain. Banyak kok iklannya di grup-grup bisnis online. Enak. Tak perlu merasakan pahitnya di unfriend, di unfol, di bully karena keseringan promo, kalian bisa tetap dapat profit.

Suasana bubaran

Baik skema piramida maupun ponzi akan jenuh. Itu karena mereka membutuhkan jumlah member baru yang berlipat ganda terus menerus. Saat jenuh dan mitra baru semakin susah didapat, skema piramida akan bubar dengan perlahan dan tenang. Tidak akan ada yang lapor polisi. Lihat saja DBS (skema piramida besutan Febrian Agung terdahulu) atau Paytren yang sekarang masuk ke fase sedang bubar.

Tenang sekali bubarnya. Bagaimana mau lapor Polisi? Sadarpun mereka tidak telah ditipu. Apalagi kerugiannya juga relatif kecil. Paling jauh member cuma curhat di Facebook. Aduh nyeselnya ikut Eco Racing. beli 3 paket 4,5 juta supaya jadi mitra. Barang gak laku, habisnya cuma buat dibagi-bagi ke teman buat di coba. Tak Beli pula, apalagi jadi mitra.

curhatan member skema piramida
Curhatan member DBS setelah bubar dengan tenang

Penipuan di skema piramida itu tersamar. Jadilah member kami dengan beli produk 1,5 juta. Berpotensi dapat mercy, umroh dan bonus lain. Kata berpotensinya itu yang sebetulnya penipuan tak terasa. Faktanya cuma 0 sekian persen yang bisa dapat.

Sebaliknya dengan skema ponzi, bubarnya pasti rusuh. Pertama karena penipuannya lebih terasa. Skema Ponzi selalu menjanjikan keuntungan yang ‘pasti’. Misalnya dapat keuntungan 25% sebulan di (HIPO), atau dapat bonus pajero kalau bandar sudah bisa ngumpulin duit korban sekian ratus M (di Memiles). Tidak ada kata potensi. fix pokoknya. Jadi begitu janji meleset, member akan langsung sadar dan bilang ‘oh my God’.

Ditambah lagi, kerugian member di skema Ponzi itu secara umum jauh lebih besar dibanding member di Skema Piramida. di Skema Ponzi seperti Memiles, Pandawa, CSI, orang bisa rugi ratusan juta.

hebonya member pandawa setelah bubar
hebonya member pandawa setelah bubar

Regulasi terkait

Skema piramida itu selalu MLM (tidak semua MLM). Karena MLM, itu ranah kementerian perdagangan. Larangan skema piramida itu secara eksplisit disebut di Undang-undang perdagangan (walaupun definisinya membingungkan) dan di Permendag No. 70 2019.

Penegakan hukumnya masih teramat payah. Hanya satu bandar skema piramida dijerat hukum dan masuk bui: kasus wandermind. Selebihnya tak ada. Bahkan pencabutan SIUP pun tidak pernah terdengar.

Sebaliknya skema ponzi, tidak ada satu UU atau regulasi pun yang melarangnya. Pasal yang dikenakan kepada bandar biasanya pasal penggelapan, penipuan dan tindak pidana pencucian uang. Hukumannya biasanya lumayan.

Menariknya, ada skema ponzi yang terang-terangan sebagai arisan berantai bisa bebas dari jeratan hukum. Contohnya bandar MMM. Itu karena mereka ‘jujur’ sebagai komunitas over-over duit alisan arisan berantai. Pokoknya member setor uang (provide help), nanti pada waktunya bisa narik uang dalam jumlah lebih besar (get help). Mereka tidak bilang bahwa mereka punya usaha periklanan seperti Memiles atau koperasi seperti Pandawa. Merekapun terang-terangan bahwa selama ada uang masuk, member bisa dapat get help plus 30%. Jadi, semua atas kesepatakan bersama. Asik kan? Tak ada larangan orang bikin komunitas seperti itu. Mungkin itu sebabnya Filli Muttaquen, bandar D4F yang mirip MMM cuma dihukup asal saja.

Sudah tau bedanya, pilih yang mana?

Jadi buat para member, silahkan pilih. Mau yang capek seperti di Eco Racing, atau yang santai seperti di Memiles. Mau yang untung kecil seperti di Eco Racing, atau yang besar seperti di Memiles. Tentu resikonya juga beda. Kalau masalah dosa, tenang saja. Sama sama penipuan kok.

Juga buat para calon bandar. Mungkin tulisan ini bisa menginspirasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar