Produk cuma dibeli anggota? Itu money game!

Dasar dari money game itu arisan berantai. Anggota baru bayar ke anggota lama. Tapi para promotor MLM money game selalu punya cara supaya tidak disebut money game. Dengan berbagai istilah dan skema yang bisa membingunkan orang. Ada yang pakai istilah jual keagenan, ada istilah bayar DP, ada yang istilahnya jual aplikasi, ada juga yang pakai strategi jual produk yang harganya dimarkup lebih dahulu. Lalu bagaimana mengetahui apakah sebuah MLM money game atau bukan?

Ciri money game: Produk kebanyakan cuma dibeli sama anggota MLM atau orang yang mau jadi anggota.


Cara mengetahui apakah sebuah MLM money game atau bukan: Lihat produknya siapa yang beli. Kalau lebih banyak orang yang mau jadi anggota juga, itu money game.

Kalau produk kebanyakannya dibeli sama orang yang mau jadi anggota, maka gak ada beda sama prinsip dasar money game: Anggota baru membayar anggota lama. Walaupun bentuknya bukan uang pendaftaran, tapi sudah berbentuk 'keuntungan jualan anggota lama ke anggota baru'.

Kriteria itu gak sembarangan dan ngada-ngada. Itu dipakai di Amerika sebagai salah satu kriteria menentukan apakah sebuah MLM money game (istilah mereka skema piramida). Dikenal sebagai aturan 70%. Aturan itu adalah: MLM bukan money game kalau sedikitnya 70% produknya dibeli oleh pengguna akhir, bukan anggota MLM atau orang yang ingin jadi anggota MLM tersebut. Baca disini, skema piramida menurut Federal Trade Commission.

Bagaimana dengan wandermind, paytren, Arminareka, Solusi Balad Lumampah? Apakah Money game?


Produk mereka beda-beda. Istilahnya juga beda-beda. TapiSekali lagi, kita lihat siapa yang kebanyakan beli produk mereka.

 

Wandermind


Produk akhirnya adalah tiket hotel, tiket pesawat, paket tour. Siapa yang membeli tiket-tiket tersebut di wandermind? kebanyakan adalah membernya sendiri. Baik waktu mau jadi anggota, maupun setelah jadi anggota /agen.

Paytren


Secara faktual produk akhir mereka adalah token pulsa, tiket pesawat. Tapi orang paytren menyebut produk mereka bukan itu. Menurut mereka produk Paytren adalah perangkat lunak pembayaran online. Hayah. Ini sama sama kalau wandermind mengaku 'keagenan' adalah produk akhir mereka, bukan tiket pesawat.

Apapun produknya, pertanyaan ini tetap harus diajukan untuk menentukan apakah paytren money game atau bukan: Siapa yang beli produk mereka? Siapa yang membeli perangkat lunak tersebut? Apakah sebagian besar adalah orang yang semata-mata akan menggunakan perangkat lunak tersebut untuk melakukan pembayaran online, atau orang yang mau masuk jaringan MLM paytren? Kalau kebanyakan yang beli paytren adalah orang yang mau menjual paytren, maka itu money game.

Arminareka Putra


Ini money game dengan skema yang cerdas. Produk Arminareka: Paket Umroh. Siapa yang membeli paket tersebut? Ya orang yang mau umroh. Bukan money game dong? Bukan, kalau kita memandangnya paketnya cuma satu: Umroh 'biasa', bayar, umroh. Tapi nanti dulu. Lihat hati-hati. Produk mereka sebetulnya ada 2 kategori:

  • Paket umroh 'biasa', dimana orang membayar paket secara penuh untuk umroh dengan berbagai pilihan harga.

  • Paket umroh pembiayaan dicicil dengan DP 3,5 juta.


Tak ada masalah dengan paket umroh 'biasa' mereka. Yang beli produk tersebut jelas kebanyakan adalah orang yang bukan bermaksud jadi anggota MLM Arminareka Putra, tapi orang yang benar-benar mau Umroh.

Tapi paket umroh pembiayaaan dicicil dengan DP 3,5 juta? Lihat siapa yang kebanyakan beli. Mungkin ada sebagian yang memang berniat menabung untuk Umroh. Tapi kalau kebanyakan membeli paket umroh nyicil untuk menjual paket tersebut, itu money game.

Solusi Balad Lumampah


Ini sama saja dengan Arminareka Putra. Produk Umroh nyicilnya sama persis. Nyontek plek. Hanya angka-angkanya saja yang diganti. Promonya juga sama.

Harusnya pemerintah melindungi kita dari jeratan MLM money game. Tapi mungkin mereka terlalu sibuk. Hanya wandermind yang sudah dijerat dengan UU perdagangan pasal 105 tentang skema piramida. Selebihnya? kita sendiri yang harus hati-hati. Kalau tak mau rugi, lihat produk yang dijual. Lihat yang teliti. Lihat siapa yang beli, lihat tetangga yang beli, lihat teman yang beli, lihat saudara yang beli. Apakah mereka benar-benar membeli, atau kebanyakan supaya bisa jadi anggota MLM? kalau ya, money game.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinergy Eco Racing money game. Kenapa?

Bahas bisnis asuransi car3i network

Para Ulama NU menyimpulkan Paytren Haram