Bisnis MLM, keuntungan dan kerugian

Bisnis MLM bukan bisnis malam malam. MLM buka kreasi ABG yang suka nyingkat kata-kata yang sebetulnya udah singkat. Bisnis MLM adalah bisnis dimana sales (penjual) bisa dapat komisi dari penjualan yang berhasil dilakukan sales lain yang direkrutnya. Untuk definisi lengkap, Lihat definisi wiki tentang MLM.

MLM sendiri adalah strategi pemasaran perusahaan. Dengan strategi ini, perusahaan memasarkan produknya lewat para sales-sales ‘freelance’, yaitu sales yang tidak digaji, tapi mendapat komisi dari penjualan produk. Juga, dengan strategi ini, perusahaan mendorong sales freelance tadi untuk mengembangkan jaringan masing-masing, mencari sales-sales freelance yang lain. Itu makanya disebut MLM, multi level marketing, atau pemasaran bertingkat-tingkat. Terjemahan resmi bahasa Indonesianya pemasaran berjenang.

Apakah MLM lebih bagus dari marketing biasa?

Kalau bicara lebih bagus atau tidak, tergantung dari kebutuhan. Untuk satu perusahaan, MLM mungkin bagus. Untuk perusahaan lain yang tidak. Keliru kalam mengatakan MLM adalah strategi pemasaran yang paling pintar. Toyota tidak melakukan pemasaran melalui MLM, tapi melalui dealer-dealer. Perusahaan media massa seperti Kompas juga tidak menggunakan MLM. Apa mereka kurang pintar? Tidak.

Lalu apa untung rugi MLM bagi perusahaan?

Untungnya

  • perusahaan tidak perlu menggaji sales. itu yang pertama.
  • Kedua, perusahaan bisa menggunakan sales-sales nya yang tidak digaji untuk mempromosikan produk mereka. Jadi biaya promosi lewat TV dan media lain bisa dikurangi, walaupun bisa jadi tetap ada. Ketiga, perusahaan tidak perlu repot-repot membangun jaringan distribusi. Sales yang tidak digaji itu yang harus bangun jaringan.

Apa ruginya?

  • Ada biaya tambahan untuk membangun motivasi dan teamwork dari sales-sales yang tidak digaji. Ada seminar tentang produk, ada pelatihan dan sebagainya.
  • Juga, ada biaya tambahan karena harus memberi komisi untuk beberapa orang. Pada banyak MLM, komisi untuk setiap penjualan diberikan pada sales yang menjual langsung dan 9 orang sales lainnya yang merupakan upline dari si sales tersebut.

Apa keuntungan dan kerugian bisnis MLM bagi para sales?

Untungnya bisa kerja tanpa punya boss. Bisa kerja tanpa lewat proses rekrutmen. Bisa jualan tanpa modal (untuk beberapa MLM).

Kerugian:

  • Pertama: Jadi sales di MLM itu sering harus mengorbankan hubungan. Karena kita harus berusaha menjual pada setiap relasi kita, termasuk relasi personal. Kadang ini mengorbankan hubungan yang baik. Orang akan skeptis pada ‘ajakan untuk ketemu’ dari Sales MLM. Karena ujungnya selalu jualan. Bukan tulus kangenan atau membina persahabatan.
  • Yang kedua, pada banyak MLM, kita harus pakai produk mereka. Biasanya produk MLM lebih mahal dari produk sekelas dipasaran. Kalau Anda pernah pakai oriflame Anda akan tau.
  • Keitga, jadi sales di MLM itu tidak gampang. Jualan itu itu perlu bakat. Dagang itu bukan untuk semua orang. Kalau orang MLM mengajak Anda ikutan, lalu dia bilang bakat itu gak penting, jangan percaya. Disetiap perusahaan yang mau merekrut sales yang digaji, pasti ditinjau karakteristik calon sales. Apakah punya kemampuan verbal yang bagus? Apakah punya personality yang bagus? apakah bisa meyakinkan orang? Lebih berat lagi, kalau mau lebih sukses jadi sales MLM itu Anda juga harus punya bakat membangun teamwork dan memotivasi sales lain di bawah Anda. Gampang? Tidak.

Bukan bermaksud mengecilkan bisnis MLM. Tapi jadi sales MLM itu sama saja dengan pekerjaan lain. Perlu usaha. Bakat juga punya pengaruh. Jangan percaya jadi kaya cepat dengan jadi sales di MLM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fingo, tipu-tipu berkedok e-commerce

Vtube, penipuan bisnis iklan lagi

EDC Cash Penipuan cucu MMM, ponakan E-Dinar